Pusat Perundingan di Utara Sungai Yin, Pengerusi Kanan dan Para Penjaga Besar telah mengadakan pertemuan darurat, "Semua orang, apakah ada di antara anda yang telah menyatakan bahawa terdapat banyak orang asing yang tidak jelas datang ke dalam kota? Bukan sahaja itu, kota ini juga tidak tenang baru-baru ini. Semua anda perlu berhati-hati. Dari sekarang, anda semua perlu melindungi keselamatan dan ketenangan Sungai Yin." Pengerusi Kanan menghembuskan nafas panjang, "Pengerusi Kanan, saya akan segera menyiapkan semuanya. Mohon tenangkan diri anda." Li Yi menjawab dengan hormat.
"Pengerusi Kanan, saya ingin tahu bilakah Pengerusi keluar dari pengepungan. Dalam masa yang berbahaya seperti ini, kita perlu memastikan keselamatan beliau," Meng Dehua berkata dengan jujur.
"Bro Meng Dehua, jangan risau. Saya akan segera membuat rencana untuk memastikan keselamatan Pengerusi," Pengerusi Kanan Wang An berkata dan mereka bercakap-cakap tentang rencana mereka.
Pada malam itu, bulan terbit di atas pohon. Gukan memanggil dan kucing menjerit. Di halaman belakang Istana Pengerusi, seorang bayangan muncul, seperti mencari sesuatu. Dia masuk ke dalam sebuah bukit batu dan tersenyum melihat Pengerusi yang sedang duduk bermeditasi, "Sekarang waktunya untuk menyerahkan tempat ini, tuanku tidak akan mati," dia marah.
Senjata bersinar, tetapi Pengerusi tidak membuat suara apa-apa. Dia tenang mati. Namun dia tidak menyedari bahawa Plak Hantu Pengerusi berada di dalam sebuah ruang terlarang.
Di Istana Biru Terlarang yang berdekatan, ada bunyi dentingan dan penjaga bergegas berkata, "Tidak baik! Plak Hantu Pengerusi pecah!" Bunyi itu bergema di seluruh Istana. Semua orang bergeming dan seorang penjaga melaporkan kepada Pengerusi Kanan, "Siapa yang berani membunuh Pengerusi?" Pengerusi Kanan marah dan mengejar pelaku tersebut.
Istana Pengerusi masih terang-terangan tetapi mereka belum dapat menemui pelaku.
Di Sekolah Selatan, seorang lelaki tua minum teh sambil menghembuskan nafas pelan, "Dia sudah datang, tak dapat dielakkan." Lelaki tua itu menggunakan Intuisi Samudera Negeri untuk mencakup seluruh Sungai Yin. Tiba-tiba terdengar angin yang menerpa pelaku hitam. Pelaku itu merasa ada bahaya dan mengeluarkan cahaya putih dari senjata hantuannya menuju tubuh rumpunnya. Rumpun itu tiba-tiba pecah menjadi dua.
"Kamu siapa? Tidak pernah kurasakan kamu begitu lemah," pelaku itu tertawa gembira.
Lelaki tua dalam pakaian putih kemudian muncul, "Tidak usah kabur lagi, tinggalkanlah sini." Sama sekali tidak ada yang tahu bahawa Pengerusi Kanan juga hadir. Beberapa penjaga lain juga ikut.
Di tempat tertentu di Sungai Yin, "Benda sia-sia, gagal melakukan perkara kecil seperti ini, tidak berguna lagi," Yuan marah dan menendang pelaku hitam tersebut dengan Intuisi Samudera Negerinya. Pelaku itu tiba-tiba menjadi asap putih. Lelaki tua merasa takut dan melihat sekeliling tetapi tidak ada yang lain. Dia hanya bisa meninggalkan tempat tersebut dengan sedih.
Hari berikutnya pagi-pagi sekali. Orang-orang masih sibuk di jalan-jalan seperti biasa dan tidak ada yang tahu apa yang telah berlaku pada malam itu. Qing Shui dan tiga orang teman mereka berjalan di jalan-jalan, membeli makanan dan menikmati barang dagangan di pinggir jalan.
"Tong Gege lama tidak bertemu, sangat tampan," seorang gadis dengan rok pendek dan penuh aksen datang mendekati Qing Shui. Dia melihat Qing Shui dengan mata yang berbinar-binar, "Xiao Hui, jangan lihat aku dengan mata hantu. Apakah kamu ingin melihat cahaya?"
Tong Mu menghalangi Qing Shui dan dia mundur beberapa langkah, "Mengganggu." Qing Shui menjelaskan kepada mereka, "Ini adalah Tian Jia Liao, Tian Hui."
"Kalian baik-baik saja," kata Tian Hui dengan godaan. Mereka saling mengenal satu sama lain.
"Xiao Shui, bagaimana kita akan membayar?" Tian Hui bertanya dengan kecemasan.
"Jangan khawatir Tian Hui," Qing Shui menghiburnya.
"Selamat pagi Tong Gege," seorang gadis lain bernama Xiao Jing berkata.
"Selamat pagi Xiao Jing," kata Tong Mu.
"Saudara laki-laki baik-baik saja?" Xiao Jing bertanya kepada Qing Shui.
"Xiao Shui Gege pergi ke lelang hari ini," kata Xiao Jing.
"Baiklah, saya juga akan pergi," Tian Hui tersenyum.
Setelah beberapa saat kemudian, "Selamat pagi Tong Gege," kata Tian Hui.
"Selamat pagi Tian Hui," kata Xiao Jing.
"Xiao Jing Gege baik-baik saja?" Xiao Jing bertanya kepada Qing Shui.
"Ya," kata Qing Shui.
"Baiklah, kita pergi ke lelang," kata Tian Hui.
Mereka pergi ke lelang dan naik ke lantai lima. Mereka menggunakan kartu emas mereka untuk membeli tiket masuk seharga seribu emas. Mereka mendapatkan tempat mereka sendiri kerana tiket sudah habis.
"Selamat pagi semua, nama saya Xiao Juan. Selamat datang ke lelang hari ini. Hari ini kita akan menjual banyak barang dan binatang hantu. Tekan tombol jika anda menyukainya," Xiao Juan menjelaskan.
"Barang pertama adalah pil kuat pria," Xiao Juan melanjutkan. Wanita-wanita lain merona dan menatap Qing Shui sementara dia tertawa dan memilih beberapa makanan ringan.
"Dua juta emas," seseorang menawar.
"Dua puluh juta," seseorang lain menawar.
"Lima puluh juta," seseorang lain menawar.
"Lima puluh juta sekali, dua kali, tiga kali penjualan!" Xiao Juan menghentak kepingan kayu kecilnya dengan puas hati.
"Barang kedua adalah gaun hantu bergerak cepat dengan harga dua juta emas," Qing Shui melihatnya dan merasa senang untuk memberikan kepada Tian Hui atau Xiao Juan. Sayangnya ia dipukul oleh seorang gadis dalam pakaian kuning.
Gadis itu tertawa sambil menutup muka dan menggelinjang dengan gaunnya, "Uang kita tidak cukup." Xiao Juan bisik kepada Tian Hui.
"Kartu emas kita boleh dipinjam maksimum lima milyar," Tong Mu menambahkan. Mereka semua setuju dan menghela nafas lega.
"Xiao Shui Gege pergi ke lelang hari ini juga," Xiao Jing bertanya.
"Ya, saya akan pergi juga," kata Tian Hui dengan senyum.
Setelah beberapa saat kemudian, "Satu milyar!" seseorang dari sebuah kamar lain berkata.
"Wang He lama tidak bertemu, saya tawar dua milyar," kata seorang lelaki dari rumah tangga lainnya.
"Tuan Fujiawan, saya akan memberikan kepada Anda. Saya harap kita dapat bekerjasama dengan baik," kata lelaki dari rumah tangga lainnya.
"Dua milyar sekali, dua kali, tiga kali penjualan!" seseorang wanita berkata dengan gembira. Semua orang terdiam dan iri hati kerana mereka tidak dapat membayangkan betapa hebatnya wanita itu.
Setelah beberapa saat kemudian, seorang gadis muda dibawa kepada Qing Shui oleh pegawai-pegawai lelang. "Tuanku baik-baik saja? Saya adalah anak dari ras hantu. Anda tidak takut?" gadis itu bertanya dengan cemas.
"Jangan takut gadis kecil," kata Qing Shui dengan tenang. "Dari sekarang ke depan kamu boleh memanggilku ad